View Full Version: Amallillah 1998

Amallillah > Chat Box > Amallillah 1998


Title: Amallillah 1998
Description: Jangan Terkecoh ... Yayasan atau PT???


bryan - December 25, 2007 02:59 PM (GMT)
PERLU KITA INGAT....!!!

Bahwa Lembaga Amallillah adalah suatu organisasi legal formal berbentuk Badan Hukum Yayasan dengan akta notarial tertanggal 25 Juli 1998 dengan nomor 22 dari Notaris Ny. Etief Moea Sutjipto, SH.

Bahwa Raden Aiyon Suharis Restuningrat adalah satu-satunya penghadap Notaris, yang merupakan pendiri tunggal Yayasan amallillah.

Bahwa untuk mengemban misi luhur Amallillah, pada tanggal 27 27 Juli 1998 merupakan saat pertama kali awal aktivitas Amallillah, yang oleh karenanya tanggal 27 Juli 1998 merupakan Hari Lahirnya Amallillah.

bahwa Akta Notarial yang dimiliki Yayasan amallillah mengandung dua aspek yang bersifat statis monumental dan dimamis kondisional. Aspek statis monumental berupa peresmian BADAN HUKUM YAYASAN, sedangkan aspek dinamis kondisional adalah rumusan Anggaran Dasar Amallillah yang senantiasa dapat mengalami perubahan penyempurnaan mengikuti tuntutan dan perkembangan jaman.

Bahwa selaras dengan dasar negara Pancasila, mengisyaratkan bangsa Indonesia adalah bangsa beragama yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa, maka lembaga Amallillah pada hakekatnya merupakan gerakan untuk berusaha meningkatkan kualitas iman dan tagwa manusia Indonesia.

Visi dan misi Yayasan Amallillah adalah mengangkat harkat dan martabat manusia, dengan sasaran meningkatkan kesejahteraan sosial dengan prioritas sasaran anak-anak yatim, yatim piatu, orang jompo, fakir miskin dan kaum dhuafa. Yang juga orientasi utamanya adalah kalau semua program sudah terwujud merupakan salah satu upaya mengentaskan kemiskinan.

Lembaga Amallillah disusun dalam suatu struktural organisasi berjenjang vertikal dan horisontal.

Jadi sekali lagi Wadah Amallillah sesuai dengan STATIS MONUMENTALNYA ADALAH adalah sebuah Lembaga Legal Formal yang berbentuk YAYASAN bukan PT !!!

bryan - December 25, 2007 03:55 PM (GMT)
WAHAI KAWAN2 SEPERJUANGAN KITA JANGAN MUDAH DIPOLITISIR OLEH PROPAGANDA ORANG2 YANG HANYA MEMENTINGKAN USAHA BISNIS MEREKA...

INGAT...!!! USAHA SEBUAH PT LEBIH BERORIENTASI PADA BISNIS SEMATA, KARENA KITA TAHU BAHWA PT Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum DAN Merupakan kumpulan modal/saham, sementara saham mereka bisa terkumpul dari hasil penarikan dana dari kita....

Saya Pribadi kurang sependapat bahwa yayasan harus melalui/dirubah menjadi PT. Harus diingat bahwa PT itu bersifat KOMERSIL, sedangkan yayasan bersifat SOSIAL. Bukankah asset yayasan kebanyakan dari hasil sosial, termasuk dari perolehan hibah juga yang diberikan kepada Yayasan untuk disalurkan kepada mereka yang berhak???? tanpa harus melalui persyaratan dan prosedural yang bertele-tele???

Ingat Makna Amallillah itu sendiri... Ingat arti akronim yang terkandung dalam setiap huruf-huruf Amallillah itu sendiri....!!!!

Perlu di Ingat lagi .. bahwa merubah suatu Yayasan untuk dijadikan PT adalah suatu pekerjaan yang tidak gampang dan rumit...

Pertama asset Yayasan yang sudah ada akan berubah menjadi sebuah saham, dan perlu diaudit oleh akuntan independen (ps. 34 ayat 2 UU No. 40/2007) dan Kedua setelahnya itu harus diumumkan dalam 1 surat kabar nasional atau lebih dalam jangka waktu 14 hari setelah akta pendirian ditanda-tangani atau setelah RUPS memutuskan penyetoran saham tersebut (ps. 34 ayat 3 UU No. 40/2007). APAKAH SEMUA PENGURUS MENGERTI DAN PAHAM AKAN HAL INI?????

Dan satu hal lagi Kalau Yayasan Kita sudah berubah menjadi PT, maka organ Perseroan harus mengikuti ketentuan organ PT, yaitu terdiri dari Pemegang saham (RUPS), Direksi, dan komisaris. Sudah bukan merupakan Pembina, Pengurus, dan Pengawas lagi, walaupun orang2nya bisa saja tetap sama.

Terus apa artinya dibentuk adanya Istilah Kaban Korwil?? PPUK?? DPP?? Cabang??
Makmum????

Kenapa mereka gak mau berfikir untuk kembali pada komitmen semula?? pada dasar AD/ART serta Juklak Juknis yang sudah ada???

Kenapa mereka dengan PDnya menyatakan akan mengurangi hak-hak makmum yang 15 juta menjadi 5,5 juta?? KEMANAAAAAAAAAA jati diri Amallillah yang pernah MEREKA KENAL DULU...???

Coba kita kaji ulang ??? berpa dana yang kita keluarkan untuk mereka mulai dari Pembayaran Notaris, setoran ke rekening BII trus Bank Mega, terus sekarang harus setor 5 juta untuk SIUP nya... dan saya yakin nanti pasti masih ada penggalangan dana lagi yang bermotif serupa...

Untuk pendirian sebuah PT tidak hanya SIUP yang dibutuhkan dan semuanya memerlukan biaya seperti NPWP, TDP belum besarnya Pungutan Pajaknya... TERUS SIAPA YANG MENGANGGUNG SEMUA ITU??? APA HARUS KITA LAGI....????

COBA KITA RENUNGKAN... MARI KITA ISTIKHAROH DAN CARI SOLUSINYA... SAYA YAKIN ADA SUATU WADAH YANG BISA MENGHANTARKAN/MENJEMBATI PROSES AMALLILLAH INI PADA JALUR YANG SEBENARNYA... TUNGGULAH KEMUNCULANYA KAWAN...KARENA AMALLILLAH YANG SEBENARNYA AKAN SEGERA BERAKSI... UNTUK MEWUJUDKAN HARAPAN KITA BERSAMA... INSYA ALLOH




bryan - December 25, 2007 04:17 PM (GMT)
Maju terus pantang Mundur.... kepakkan sayap ..tumbuhkan semangat ...

Salut Buat semuanya....Bravo.... yess

rvdemm - March 27, 2008 02:31 PM (GMT)
QUOTE (bryan @ Dec 25 2007, 04:17 PM)
Maju terus pantang Mundur.... kepakkan sayap ..tumbuhkan semangat ...

Salut Buat semuanya....Bravo.... yess

Hallo semua.
Terutama "Pengelola Yayasan Amallillah"

Semenjak saya mendaftar jadi anggota forum ini, saya belum menemukan keterangan/posting yang cukup jelas mengenai visi dan misi dari "YA". Iseng searching dengan "google" saya temui banyak artikel2 tentang "YA" yang semuannya bernada sumbang, antara lain molor dari janji, di berbagai kota banyak "pengurus" yang berurusan dengan pihak berwajib dsb.
Hayo siapa yang bisa memberi pencerahan kepada kita semua....?
Atau barang kali "orang YA pusat" angkat bicara di forum ini........?
Silahkan biar kita semua tercerahkan secara sempurna.

Terima kasih

teguh.cygs - March 29, 2008 02:04 AM (GMT)
:angry: anjing lho rvdemmm.............!
lho egk tau malu............?
ello menghalangi.......kita untuk saling tukar informasi............!
masak semua room lho blog semua........nick lho?
sekali lagi ANJINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG LLLLLLLLLLHHHHHHHHHHHHHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO......................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ELLOO kl promosi jgn dsn !

rvdemm - March 29, 2008 02:09 AM (GMT)
QUOTE (teguh.cygs @ Mar 29 2008, 02:04 AM)
:angry: anjing lho rvdemmm.............!
lho egk tau malu............?
ello menghalangi.......kita untuk saling tukar informasi............!
masak semua room lho blog semua........nick lho?
sekali lagi ANJINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG LLLLLLLLLLHHHHHHHHHHHHHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO......................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ELLOO kl promosi jgn dsn !

Aku anjing........ and Mr. Teguh.cygs tai'nya...... memangnya kamu siapa he...??

Hallo semua.
Terutama "Pengelola Yayasan Amallillah"

Semenjak saya mendaftar jadi anggota forum ini, saya belum menemukan keterangan/posting yang cukup jelas mengenai visi dan misi dari "YA". Iseng searching dengan "google" saya temui banyak artikel2 tentang "YA" yang semuannya bernada sumbang, antara lain molor dari janji, di berbagai kota banyak "pengurus" yang berurusan dengan pihak berwajib dsb.
Hayo siapa yang bisa memberi pencerahan kepada kita semua....?
Atau barang kali "orang YA pusat" angkat bicara di forum ini........?
Silahkan biar kita semua tercerahkan secara sempurna.

Terima kasih

NB: Silahkan klik atau copy paste beberapa contoh hasil dari "google" tentang Amallillah

http://www.liputan6.com/news/?c_id=8&id=127509

http://www.liputan6.com/news/?c_id=2&id=132309

http://www.liputan6.com/news/?c_id=7&id=127275



teguh.cygs - April 29, 2008 05:51 AM (GMT)
salamualaikum wr.wb
saya mau tanya tentang pengeluaran dana itu.
To. Agung , seumpama dana itu , di turunkan melalui leawt BRI dan PT.POS...!
apa mereka sanggup mengeluarkan uang sebanyak itu....?
padahal makmum saya sendiri ada sekitar 15.000 lebih makmum.
apkah, cukup uang BRI dan PT.POS....?
padahal saya tanya langsung pada bank-bank yang ada di kota saya , paling kuat mencairkan uang kurang dari 1 MILYAR. terus gimana cara pengeluarannya. atau bertahap .....?
itu itu yang saya pertanyakan.......
bagaimana dengan yang ada di daerah-daerah.....?
kantor sementara aja belum ada , terus .....? gimana cara bekerja para petugas YA & kolektor yang bawah....?
itu yang harus , di perhatika oleh KETUM & teman-teman

kalau ada yang lebih detail dari om.AGUNG tolong di ksih tahu tentang tata cara pengeluaranya ........




* Hosted for free by zIFBoards