View Full Version: Beginning Of The Tension

.:[Suikoden Destiny]:. > Orchid Palace > Beginning Of The Tension


Title: Beginning Of The Tension
Description: the start of the war


Marshall - February 6, 2007 01:43 PM (GMT)
Grievous's Story

Pagi hari yang berkabut itu, sesosok Demi-Human tegap dengan badan ditutupi jubah putih memasuki Orchid palace yang terkenal. Aneh, melihat demi human di Deendart saja sudah asing apalagi di Orchid palace, mengingat Apartheid yang terjadi sampai sekarang.

Ketika ia sampai di Gerbang istana, ia disambut oleh penjaga gerbang, "Oh, Jendral Von Grievous, selamat datang, Buka gerbangnya!!"

Kemudian masuklah Sang general von Grievous, salah satu swordsman terbaik dan juga Jendral yang terkenal karena kemenangan-kemenangan gemilang dan taktik-taktik yang radikal dan genius.

Jendral tersebut melepas jubahnya ketika memasuki ruangan Raja Walker sambil berpikir,"Ada apa gerangan yang Mulia memanggilku.."

Dia pun memberi hormat kepada King Walker yang sedang duduk di singgasananya.

"*uhuk-uhuk-uhuk*Ada apa gerangan Yang Mulia memanggil saya??" sapa Grievous.

'Ah, Jendral von Grievous, saya memerintahkan anda untuk memindahkan tentara anda dari Cortha menuju ke Libreville, dan disana bersiap-siaplah untuk menyambut serangan Soren. "Ucap King Walker.

"Tapi Yang Mulia, bukankah ini terasa sangat-sangat... mendadak??" balasnya.

"Setelah ditemukannya sebuah dokumen mengenai rencana Soren, para Bangsawan merasa sangat was-was" Sabda Sang Raja

"Tetapi Yang Mulia, *uhuk-uhuk-uhuk* bukankah ini terkesan... Direncanakan??" Tanya Grievous.

"Mungkin dugaanmu ada benarnya tetapi saya tidak melihat akan ada kekacauan di Cortha bila tentaramu dipindahkan ke Libreville.Dan ingatlah statusmu sebagai Demi-Human tidak disukai para bangsawan. Dan juga bagaimana arah politikmu" jawab Sang Raja.

"Baiklah yang mulia. saya akan melaksanakan perintah anda...*uhuk-uhuk* dan juga saran anda akan saya pertimbangkan..."jawab Grievous.

"Dan sebelum kau pergi, kapan-kapan undanglah saya mampir, saya ingin mencicipi tehmu lagi" kata Sang Raja.

"Saya akan merasa sangat senang *uhuk-uhuk-uhuk* Yang Mulia."Sahut Grievous.

Saat itu juga Jendral Grievous meninggalkan ruangan Raja dan mengenakan jubahnya kembali. Ia pun meninggalkan Orchid Palace sambil bergumam "mengapa sangat-sangat mendadak?". tanpa seorangpun mengetahui, ia pun menghilang ke dalam kabut Deendart yang semakin tebal di pagi yang mendung itu.....

Dilanjutkan ke The great wait




* Hosted for free by InvisionFree