View Full Version: Enigma Fate

.:[Suikoden Destiny]:. > Enigma Fortress, Labyrinth of Chaos > Enigma Fate


Title: Enigma Fate


Diaz Flamberge - February 10, 2008 09:36 AM (GMT)
Dilanjutkan dari Fire on High



Subuh itu mereka sampai ke Enigma, situasi memburuk. Pasukan Sacrista dimana-mana meskipun kelihatannya mereka belum berhasil memasuki Enigma. Alicia beserta pasukannya hidden waterway milik Enigma. Tersembunyi di semak-semak disekitar Great River, jalannya berliku-liku dan gelap. Salah jalan saja, dapat membuat mereka tersesat dalam maze Enigma.

"Alicia... bagaimana ini bisa terjadi..." Jade sangat terkejut akan penyerangan Sacrista itu. Dia tidak percaya bahwa apa yang dia pikirkan itu akan jadi kenyataan. "Alicia..."

Admiral muda itu diam saja.

"Pertempuran antara Heleison dengan Soren... tak lain dari adu domba Sacrista..." Alicia akhirnya membuka mulut. "Kita telah dipermainkan..."

"Sacrista menerobos masuk!!!!" Terdengar oleh mereka teriakan perwira dari dalam waterway itu. Seketika itu, waterway tersebut menjadi terang. Puluhan pasukan asing membawa panah dan pedang menghadang jalan masuk air tersebut.

"Aku adalah Admiral Winfiled!! Datang atas permintaan Duke Marlyod!" kata Alicia memperkenalkan dirinya dan sepertinya mereka tidak begitu saja percaya. "Kami tidak semuda itu ditipu Sacrista!!!"

"Panggilkan Duke Marloyd kalau bagitu!" tanggap Alicia, dan mereka kembali membantah. "Kami tidak semudah itu membahayakan nyawa komandan kami!!!"

"Alicia, bagaimana ini....." tanya Jade dengan khawatir. Sedikit saja nyawa mereka bisa melayang.

"Prajurit, tahan senjata kalian!!" suara yang tidak lain di telinga Alicia.

"Duke Marlyod!" panggil Alicia.

"Tapi duke, bisa saja ini penipu dari Sacrista!" Perwira Enigma masih belum menurunkan senjata mereka. "Harap duke menarik kembali perkataan Anda!!"

"Hanya ada 1 orang yang memiliki Blue Dragon pemberianku!" Alicia tanpa pikir panjang melempar spear kesayangannya pada pemilik suara itu. "Ini adalah Blue Dragon! Dia asli, biarkan masuk!"

Alicia turun dari kapalnya menuju dock. "Duke Marlyod lama tidak bertemu." sambut Jade kepada pria berumur 60-an dengan pakaian militer AD Soren. Rambutnya memutih dan jenggotnya pendek seolah baru dipotong tadi pagi. "Basa basinya nanti saja Vice-Admiral Alwin."

Alicia pun mengikuti Duke Marlyod ke ruang pertemuan Enigma. "Aku bergegas ke sini ketika mendengar Enigma di serang...." kata Alicia ketika dia memasuki ruang pertemuan itu. "Sacrista dalang semua ini."

"Duduklah Alicia... aku tahu kau siap bertempur dengan Jendral Grievous itu." Duke Marlyod berkata dengan tenang. "Aku minta maaf karena tidak dapat membantumu."

"Tidak masalah, yang lebih penting. Bagaimana keadaan Enigma?" tanya Alicia.

"Buruk! Sangat buruk! Sacrista berhasil masuk sampai pada gerbang ke-3!" jawab Marlyod. "Seolah mereka tahu benar struktur Enigma ini dengan baik!"

"Apakah mungkin!?" Jade masuk ke dalam pembicaraan. "Luth mengatakan bahwa ada yang mencuri arsip strutur bangunan Enigma!"

"Ya Tuhan! Itu menandakan Sacrista yang melakukannya!" Marlyod terlihat gelisah. "Kalau begitu, tak lama lagi mereka akan masuk ke bagian terdalam Enigma..."

"Duke Marlyod, aku dan pasukanku akan membantu Anda sebisa mungkin."

Diaz Flamberge - February 20, 2008 02:57 PM (GMT)
"Jadi... sekarang Gates sudah tidak ada..." wajah Marlyod terlihat kacau, sepertinya kematian salah seorang dari jendral AD Soren merupakan pukulan terberat baginya.

Alicia dan Jade menatapnya dan tidak bersuara sama sekali. Kemudian dengan perlahan Alicia memecahkan keheningan ruangan itu. "Maafkan aku Duke..." guman Alicia dengan pelan. "Aku tidak menahan tindakannya..."

"Tidak, aku tahu betapa keras kelapa Gates itu..." Marlyod mengeleng kepalanya. "Apalagi dia dari dulu sangat membencimu..."

Orang tua itu tenggelam dalam tempat duduknya. Ruangan itu kembali hening, yang terdengar hanya suara percikan api di perapian. kantor pribadi Marlyod, tertata rapi sesuai dengan seleranya.

"Duke..."

"Duke Marlyod !!?" pintu kantor di banting keras.Perwira Soren masuk kedalam dengan tergesa-gesa.

"My Lord !!"

"Ada apa ?" tanya Marlyod yang langsung berdiri dari tempat duduk yang terbuat dari kayu jati. "Kumohon, jangan seperti yang kubayangkan!"

Perwira itu mengangguk ."Sacrista berhasil masuk ke gerbang ke-4! Pasukanku tidak sanggup menahan mereka!!" lapor perwira itu tergesa-gesa. "Apa yang harus kita lakukan My Lord?"

"Duke Marlyod! aku akan turun tangan !" Alicia berdiri dari tempat duduknya ."Aku percaya akan pasukanku!"

"Duke Marlyod! Aku juga akan membantu." Jade pun berdiri.

"Aku senang akan tawaranmu, Alicia,Jade..." Marlyod terdengar sedikit lega tapi raut kekhawatirannya belum hilang. "Tapi bukannya pasukanmu masih kelelahan dari penyerangan ke Flamberge."

Memang benar,1st,2nd,4th kelelahan melawan 1st Dreadnought Grievous, Sedangkan 3rd dan 5th dibawah pimpinan Jade banyak yang terluka akibat serangan Catalpult Flamberge.

"Tidak... aku menarik kembali ucapanku." Dengan seketika Marlyod berubah pikiran. "Alicia, Jade, apakah kalian sanggup memimpin pasukan Enigma?"

Alicia dan Jade saling memandang dan mengangguk setuju. "Berapa pasukan yang ada di Enigma?" Tanya Jade dengan tampang serius.

"5000 Perwira yang tersisa, termasuk dengan penjaga MAZE dan AMBUSH di belakang Fortress." jelas Marlyod. "Masih tersisa 5 Catalfult dan 3 Trebucet."

"Itu sudah cukup ."Jade pun mengangguk setuju. "Duke Marlyod, kalau boleh... apakah anda masih memiliki copian arsip struktur Enigma?" Duke Marlyod lansung membuka laci meja meja mahoni dan mengeluarkan dokumen-dokumen Enigma.

"Jade,aku serahkan pembuatan strateginya kepadamu." Alicia mulai membuka dokumen tersebut dan mempelajarinya struktur Enigma. "Duke bukannya Enigma berdiri diatas Sindari Ruin?" Marlyod mengangguk. "Dengan begitu, masih banyak jebakan-jebakan yang bisa kita manfaatkan."

Tiba-tiba saja, pintu kantor kembali di buka dari luar ." Duke, gerbang ke-5 diserang Sacrista!" lapor Perwira Soren." Pasukan sedang melakukan perlawanan !"

"Baiklah kita laksanakan. Jade,kamu pimpin 2000 pasukan untuk mempertahankan gerbang." jelas Alicia ." Duke Marlyod, akan memimpin Bombardment dari atas." mereka mengangguk setuju." 1000 Pasukan Enigma di tambah dengan 3 rd fleet akan menyerang musuh dari luar!"

Pasukan yang dipimpin oleh Alicia, berkisar 6000 orang, berangkat keluar dari Enigma Fortress melalui waterway tadi. 700 meter dari tempat tadi tentara Sacrista telah menunggu mereka.

Alicia menggunakan taktik perang parit, sebagian dari tentara Sacrista di depan gerbang Enigma berhasil dipukul mundur, tapi Alicia kehilangan 2.500 Pasukannya dikarenakan Sacrista yang berpasukan lebih dari 30.000 orang. Alicia kembali ke base, Duke Marlyod dan Jade telah menunggu dia.

"Kerja yang bagus Alicia!" salut Jade, dan Marlyod pun setuju. "Kesempatan ini kita pergunakan untuk memperbaiki gerbang Enigma."

"Alicia, kau benar-benar penyelamat... tanpamu, mungkin Sacrista telah memasuki Enigma." puji Marlyod.

"Bukan begitu duke, menurut perkiraanku mereka mengambil jalan putar..." guman Alicia ," Iya... dan kemudian dengan kekuatan penuh ..."

"Duke Marlyod ! Sacrista kembali!" Perwira tadi masuk kembali." Kita di serang!"
"Apa!!?" Duke Marlyod terkejut. "Sepertinya perkiraan kamu tepat Alicia.

"Admiral !" Sekarang salah satu perwira pasukan Alicia."Lapor!"

"Ada apa !?"apa yang dia takutkan telah terjadi.

"Sacrista membobol masuk waterway! kapal kita di hancurkan!" Perwira itu melanjutkan laporan-nya. "2nd fleet telah Di-?" Perwira itu dipanah dari belakang. Seorang tentara dari Sacrista muncul dari belakang, dan di ikuti 10 orang tentara lain yang membawa Bowgun.

"Jangan biarkan satupun yang hidup!!" arah bowgun berfokus pada mereka bertiga." Bunuh semua!"

"Lindungi Duke Marlyod!" Alicia mengeluarkan Blue Dragon nya. Panah dilepaskan terbang menuju sasaran-nya ."Jade!!"

"Protect Mist!" Seluruh ruangan dipenuhi kabut putih dari Water Rune ."Dragon Breath!" Alicia mengunakan skill-nya dan menyerang para musuh dari balik kabut.


~PRANG!!~


Jade beradu pedang dengan tentara Sacrista. Semua musuh yang berada diruangan itu, berhasil dikalahkan. "Lewat sini!" Sambil membuka pintu rahasia yang terdapt dibelakang rak buku di sudut rungan itu. Mereka mengikut pria tua itu dan kemudian menutup kembali jalan rahasia. Tak lama setelah mereka berjalan.

"Jangan biarkan mereka lewat!" 5 tentara berpedang menghalangi jalan mereka. Alicia mengalahkan 3 orang sedangkan Jade 2 sisanya. Setelah berhasil mengalahkannya, mereka berhenti sejenak. "Sepertinya ini aneh... Gerbang ke-5 dengan mudah mereka masuki..." guman Alicia. "Kecuali mereka-!?"

"Mereka di sana!" datang lagi beberapa Archer."Tembak!"

Marlyod berdiri tanpa perlindungan."Duke !!" Alicia muncul didepannya,menangkis anak panah yang ada dengan Blue Dragon

"Tembak!"

Serangan bowgun datang lagi, Alicia kembali menangkisnya. Akan tetapi salah satu dari panah tersebut menembus lengan kanannya.Blue Dragon terlepas dari tangannya, dilanjut dengan tembakan yang menembus kakinya. Kemudian satu tembakan lagi mengenai bahu kiri Marlyod, dengan sekejap Marlyod tumbang.

"Marlyod!?" teriak Alicia, Jade tidak dapat membantu mereka.Pasukan Sacrista menyerang dari belakang, dia harus menahannya
Alicia bangkit kembali,dan dengan tangan kirinya melempar Blue Dragon kearah musuh, dilanjutkan dengan spell Water rune."Breath of ice!"

Dari ujung spear yang tertancap di mayat tentara Sacrista .serpihan es menyebar dengan cepat dan membekukan musuh-musuh yang lain.

"Duke, bagaimana keadaanmu!!?" Alicia tanpa memedulikan luka di tangan dan kakinya, Alicia langsung menghampiri Marlyod. Pria tua itu mengerang kesakitan, sepertinya serangan itu membuat kondisi tubuhnye menjadi kacau. "Bertahanlah duke!" Alicia mencabut keluar panah tersebut, dan langsung meng-casting Healing Rain untuk menyembuhkan luka-luka Jade dan Marlyod.

"Alicia, bagaimana denganmu?' tanya Jade penuh dengan kekhawatiran. Alicia menarik keluar kedua panah yang menancap itu dan sambil menahan sakit meng-casting Water Drops, tapi hanya luka ditangan kanannya sama sekali tidak sembuh dan hanya darahnya yang berhenti. Panah yang dia terima untuk kedua kalinya sepertinya mengandung racun. "Mereka tahu kita akan menggunakan jalur ini..." kata Marlyod dengan napas teregah-egah. "Dinding... Dinding aku bersandar ini, adalah pintu baru yang baru ditemukan akhir-akhir ini..."

Alicia dan Jade dengan serius mendengarkan. "I-Ini kan membawa kita keluar melalui pintu belakang Enigma..." Badan Marlyod semakin lemah. "Jade... lepaskan obor kayu itu dari tempatnya... dan lempar ke seberang... sekuatmu!" Jade melakukan perintah Marlyod, melepas obor dari pegangannya dan melempar dengan kuat, tepat pada sebuah lukisan Sindar di depannya. Dengan sekejap ruangan itu berguncang dengan hebat.

"L-Lewat sini..." Marlyod dengan tenaganya yang tersisa menekan salah satu ubin lantai dan membuka jalan keluar baru, setelah itu dengan sekejap pria tua itu pingsan. Jade membopongnya dan membawanya keluar, Alicia mengikutinya dari belakang. Guncangan semakin hebat, gerbang ke-5, 6, dan 7 hancur tanpa sisa, menghancurkan jalan masuk kedalam pusat Enigma.


Mereka berjalan dalam kegelapan, dan terus berjalan lurus, hingga tiba disebuah tanjakan naik ke atas. Jade membuka pelintang diatas. Sekejap terowongan itu dipenuhi cahaya matahari. Terowongan itu terletak sekitar 500 meter arah barat daya Enigma, tertutup dengan rapi oleh padang rumput tanpa seorang pun tahu. Tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki kuda, dengan secepat mungkin Jade mencabut pedangnya dan berusaha menghadang siapapun musuh yang muncul itu.

"Kriiiieee!!!!" Seekor kuda hitam muncul dari belakang. Berhenti tepat didepan Jade. "Jade, jangan... itu Black Knight..." kata Alicia dengan lemah. Sepertinya racun itu mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Kuda hitam itu sepertinya mencari majikannya dari Enigma. Jade pun melanjutkan tugasnya membopong Marlyod keluar. Beberapa saat kemudian, datang lagi seekor kuda milik Jade berwarna kecoklatan.

"Kita kembali ke Pyort..." Alicia pun menunggangi kuda tersebut, sedangkan Jade membawa Marlyod. "Segera..."


Bersambung ke Justice




* Hosted for free by InvisionFree